Kenapa Harus Takut?

Minggu ini, semua anak sekolah dasar serentak mendapat imunisasi, tak terkecuali Izza, si sulungku. Seminggu sebelumnya, sudah ada edaran pemberitahuan dari pihak sekolah akan diadakan kegiatan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah). Hmm..seperti yang sudah-sudah, menjelang hari “H” Izza sudah ada percakapan seperti ini:

“Bunda, nanti sakit ga kalo disuntik?”.

“Enggak , Nak. Kalaupun sakit, ya hanya sebentar. Dulu sebelum ini kan mbak Izza udah pernah dapat imunisasi juga di sekolah. Sakit ga?”

“Emm.. sakit sedikit, Bun. Tapi mbak Izza ga nangis lho Bun..”

“Iya dong, anak pinter. Nah, yang besok juga sama, sakit sedikit. Mbak Izza kan katanya mau jadi dokter, nah ga perlu takut ya. Eh, nanti kalo sakit, bu dokter yang nyuntik, boleh koq dicubit.”

‘Kok, teman-teman mbak Izza, ada yang nangis sih, Bun?”

“Iya? Ooo.. mungkin karena mereka takut, takut sakit. Padahal setelah nanti disuntik, banyak yang senyum-senyum kan, karena ternyata ga sakit sama sekali. Kita itu sebaiknya jangan takut kepada sesuatu yang belum kita coba. Kalau bunda bilang sakit sedikit, ya berarti memang sakitnya cuma sedikit.”

Hari ‘H’ pun tiba. Seperti biasa, aku tidak menunggui anak di sekolah, jadi menjemput seperti biasa. Nah, ibu-ibu yang nunggui anak-anaknya yang cerita. Ada yang berlari keluar karena takut, ada yang menahan tangis (hehe…ini Izza nih), tapi secara umum sukses, tidak perlu ada ‘perang’ seperti pelaksanaan BIAS sebelumnya.

*********************

Analog dengan cerita di atas, banyak sekali calon prospek yang saya ajak ikut di bisnis Oriflame ini, yang membatalkan ikut, dengan alasan: takut nanti ga bisa jualan, takut nanti ga ada yang beli, takut ini, takut itu…. Hehe.. saya sih enggak maksa teman-teman yang seperti ini ya. Coba deh pikir, dikerjakan saja belum, koq udah takut. Takut karena dengar cerita orang-orang yang pernah join di bisnis ini, ternyata enggak sukses? Ya, salah besar dong, kalau begitu. Kalau kita dengar cerita dari orang yang tidak/belum berhasil, ya pasti arahnya pesimis terus ya. Kenapa enggak dengarkan cerita dari orang-orang yang sukses atau mau sukses. Pasti hasilnya akan jauh berbeda, kita menjadi optimis. Kita menjadi bersemangat mengerjakan apa yang akan/sedang kita lakukan.

**********************

Satu-satunya hal yang harus kita takuti adalah ketakutan itu sendiri. – Franklin D. Roosevelt

Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berpikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak pernah memikirkannya. – John Charles

Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik. – Evelyn Underhill

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: