Tujuh Kesalahan Terbesar di Awal Karir MLM

Bisnis MLM? Masih banyak yang belum tahu banyak tentang bisnis ini. Jika kamu pelaku bisnis MLM, coba baca 7 (tujuh) kesalahan terbesar yang sering dilakukan di awal karir MLM menurut Andrie Wongso:

  1. Menganggap MLM sebagai bisnis yang tidak perlu kerja keras
  2. Tidak memiliki target yang jelas
  3. Tidak memiliki dana operasional yang memadai
  4. Tidak mempunyai Mentor yang patut ditiru
  5. Terjebak dalam “Management Trap”
  6. Tidak mempunyai komitmen
  7. Tidak belajar untuk sukses dan mandiri

Kita bongkar satu-persatu yukk….

Menganggap MLM sebagai bisnis yang tidak perlu kerja keras. Apakah MLM sebuah bisnis yang konsepnya sangat sederhana? Ya. Apakah cukup bekerja seadanya untuk mencapai sukses di dunia MLM? Tidak, tidak dan tidak!

Para upline saya selalu bilang, bagi mereka yang ada di level terbawah adalah betul diperlukan lebih banyak waktu untuk bekerja dibandingkan dengan mereka yang sudah berada di level lebih tinggi. Seperti saya sekarang nih yang ada di level ketiga dari bawah. Namun ada di level manapun, Director sekalipun, bekerja adalah mutlak.

Tidak memiliki target yang jelas. MLM adalah suatu bisnis dan Anda harus mempunyai target yang jelas untuk sukses dalam suatu bisnis.

Saya punya target awal tahun depan sudah ada di level Senior Manager! Dare to dream! 🙂

Tidak memiliki dana operasional yang memadai. Disarankan agar Anda punya lebih sedikit uang lagi untuk membeli buku motivasi, formulir, bikin brosur, hadiri pertemuan dll.

Saya menginvestasikan keuntungan dan bonus yang saya peroleh untuk memperbesar jaringan saya. Mengirimkan beberapa katalog ke orang-orang dekat, presentasi di rumah teman, pasang iklan, dll tentunya sangat perlu di awal karir saya.

Tidak mempunyai Mentor yang patut ditiru. Walaupun banyak cara untuk mencapai sukses, tapi alangkah bagusnya apabila ada yang mengajarkannya kepada Anda sehingga Anda tidak perlu susah-susah untuk menemukannya sendiri. Seorang pakar pengembangan kepribadian ternama didunia Anthony Robbins mengatakan: “Buat apa susah-susah mencari jalan, karena sudah banyak orang lain yang melakukannya. Anda tinggal melakukan hal yang sama mereka lakukan, maka Anda akan mendapatkan hasil yang sama pula.”

Alhamdulillah saya bergabung dalam BOSS Family, yang isinya full dengan para mentor yang luar biasa. Yang menyediakan waktu mereka untuk berbagi ilmu dengan saya dan tim. Di milis semua anggota BOSS Family saling support satu sama lain, walau ada di jaringan yang berbeda. Yup.. ini adalah bisnis duplikasi…

Terjebak dalam “Management Trap”. Sebetulnya ada 2 macam “management trap” yang bisa menjadi penghambat utama bisnis MLM Anda. Pertama, Anda mengalami betapa sulit mensponsori seorang distributor ke bisnis MLM Anda. Itu sebabnya begitu mendapatkan beberapa distributor, Anda sedemikian kuatir kehilangan mereka. Segala cara apapun Anda lakukan untuk ‘memberikan servis’ agar mereka tidak kecewa dan berhenti mengerjakan bisnis MLM Anda. Kedua, anggapan bahwa kita MEMILIKI downline kita selamanya dan seutuhnya. Seringkali tanpa sepengetahuan kita beberapa anggota downline keanggotannya ‘expired’ atau kadaluwarsa. Kemudian beberapa saat kemudian distributor tersebut bergabung lagi dengan sponsor yang berbeda, maka ‘mantan’ upline atau sponsornya menjadi marah.

Saya selalu berhubungan dengan para downline saya, bukan hanya firstline saya saja, tapi juga para downline di bawah mereka. Saya membuka diri untuk ‘ditanyai’ oleh mereka. Saya bisa merasakan siapa saja yang berpotensi menjadi leader di group saya. Saya memantau dan selalu mengingatkan mereka (terutama member baru) tentang program promo, membantu mereka presentasi ke calon prospek, meminta mereka hadir di training-training yang diadakan, dll.

Tidak mempunyai komitmen. Kita sering mendengar distributor MLM mengatakan: saya mengerjakan 3 perusahaan MLM dengan produk yang berbeda: food supplement, tas dan oli mobil karena saya punya pangsa pasar yang berbeda. Seharusnya distributor diatas membuka supermarket untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasarnya yang berbeda.

Orang seperti di atas termasuk dalam kutu loncat ekspansif. Saya memutuskan untuk fokus di Oriflame saja. Alhamdulillah, saya mampu naik level dengan cepat dibandingkan teman saya yang memilih menjalankan beberapa bisnis MLM sekaligus.

Tidak belajar untuk sukses dan mandiri. Kemampuan apa saja yang Anda perlukan untuk sukses dalam bisnis MLM? Atau lebih tepat, apa saja yang harus Anda lakukan? Cukup sederhana:

  1. Konsumsi produk-produk MLM Anda, jadilah “product of the products
  2. Lakukan promosi offline dengan memberikan presentasi yang optimal dan terus menerus untuk mensponsori distributor baru.
  3. Lakukan promosi online untuk mensponsori distributor baru dan binalah secara online.
  4. Lakukan training kepada organisasi Anda agar menduplikasikan ke-3 hal tersebut diatas.

Sederhana bukan? Tapi berapa banyak distributor yang melakukannya? Tanpa mempercayai dan mengkonsumsi sendiri produk MLM Anda, sangatlah sulit untuk membuat orang lain mengkonsumsinya untuk jangka waktu yang panjang. Ingat, tidak semua distributor akan menghasilkan bonus yang besar di organisasi Anda.

Saya mengalihkan sebagian kebutuhan keluarga saya ke produk Oriflame. Shampoo, sabun, lipstick, deodorant… semua itu barang habis pakai kan? Saya mengadakan pertemuan/ngobrol dengan teman-teman saya, artinya secara tidak langsung saya mempresentasikan bisnis saya. Dan sering sekali saya dimintai oleh downline saya untuk ‘bercerita’ tentang bisnis ini di hadapan teman-teman/keluarga mereka.

~~ooOoo~~

Jika kamu ingin tahu lebih banyak apa yang saya kerjakan di bisnis MLM (baca: Oriflame) dengan support dari BOSS Family, silahkan hubungi saya melalui email: pertiwi_shinta@yahoo.com atau bisa langsung JOIN disini.

Tagged: , , , , ,

3 thoughts on “Tujuh Kesalahan Terbesar di Awal Karir MLM

  1. tavip 8 July 2010 at 15:49 Reply

    I’ve read your article and found your article very interesting, do you still have another article, maybe we can exchange articles.

  2. triyono 19 July 2010 at 06:28 Reply

    # Tidak mempunyai komitmen
    # Tidak belajar untuk sukses dan mandiri

    nice……………………………………………

  3. cara online 29 July 2010 at 01:14 Reply

    bisnis MLM emang susah, ga gampang. Jadi harus punya mentor dan bekerja keras…
    Thanx sharingnya yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: